Piet Klinik Hewan 24 Jam Piet Klinik Hewan 24 Jam Piet Klinik Hewan 24 Jam Piet Klinik Hewan 24 Jam
Piet Klinik Hewan 24 Jam Piet Klinik Hewan 24 Jam Piet Klinik Hewan 24 Jam Piet Klinik Hewan 24 Jam
Piet Klinik Hewan 24 Jam
Selamat Pagi...Minggu, 19 November 2017 - (UTC+7)
Piet Klinik Hewan 24 Jam
 
 
 
 
Piet Pet Shop
 

Piet Pet Shop

 
 
Yang Baru
 
Ready For Adoption! [URGENT]
03 November 2017 - 22:11
[Info Hewan Dijual ]
Ready for adoption
23 Agustus 2017 - 03:48
[Info Hewan Dijual ]
T-Shirts Pencil Draw MyDog
10 November 2011 - 10:04
[Piet Pet Shop]
PEMBERIAN OBAT CACING PADA KUCING DAN ANJING
31 Oktober 2011 - 07:11
[Kesehatan]
Apa Itu Distemper ?
28 Oktober 2011 - 08:28
[Kesehatan]
Piet Klinik Hewan 24 Jam Pindah Lokasi
10 Januari 2011 - 03:35
[Kegiatan]
Cherry Eye
30 Desember 2010 - 20:20
[]
Mengunjungi Salon Hewan Piet Pet Shop (part 3)
08 November 2010 - 18:45
[Salon dan Grooming]
Mengunjungi Salon Hewan Piet Pet Shop (part 2)
08 November 2010 - 18:30
[Salon dan Grooming]
Mengunjungi Salon Hewan Piet Pet Shop (part 1)
08 November 2010 - 18:24
[Salon dan Grooming]
 
 
 
pk icon  Kesehatan
Beranda : Artikel : Kesehatan

18 September 2010 - 22:26  
Coprophagia    

Coprophagia adalah mengkonsumsi feces, berasal dari bahasa Yunani κόπρος copros ("feces") dan φαγεῖν phagein ("makan"). Sampai saat ini belum ada penelitian yang kongkrit atas perilaku ini.

Kemungkinan penyebab Coprophagia kemungkinan merupakan hasil dari berbagai masalah medis. Yang utama di antaranya adalah kekurangan eksokrin pankreas, pankreatitis, infeksi usus, sindrom kelainan pencernaan, dan kelebihan makan (terutama makanan yang tinggi kandungan lemak). Namun, dari sebagian besar kondisi tersebut, ada banyak tanda-tanda lain selain Corophagia yang lebih menonjol, terutama diare. Coprophagia biasanya hanya aspek kecil dari kondisi medis.   Ada berbagai teori dikemukakan sebagai perilaku mengapa anjing menjadi Coprophagia. Hal yang penting pada saat ini adalah menetapkan berbagai jenis Coprophagia. Autocoprophagia berurusan dengan hewan makan kotoran sendiri. Intraspesifik Coprophagia berurusan dengan hewan makan kotoran dari hewan lain dalam spesies sendiri. Interspesifik Coprophagia berurusan dengan makan kotoran hewan dari spesies lain. Beberapa penjelasan perilaku Cop rophagia dibahas di bawah ini:  

 

Perilaku mencari perhatian: Ketika anjing menjadi Coprophagia, pemilik mereka cenderung hanya menegur mereka, perhatikan dengan seksama anjing itu. Hal ini mungkin merupakan kelanjutan dari kondisi medis yang menjadikan anjing tersebut Coprophagia pada awalnya dan apabila ternyata bukan dari kondisi medis, dan anjing tersebut tetap menjadi Coprophagia berarti kelakuannya hanya untuk mendapatkan perhatian dari pemiliknya. Ini tidak mungkin terjadi pada anjing yang diperlakukan dengan baik, karena kemungkinan besar mereka akan mendapatkan semua perhatian yang mereka butuhkan tanpa harus menarik perhatian negatif terhadap diri mereka sendiri.  

 

Perilaku Allelomimetic: Anjing mengamati pemilik mengangkat kotoran dan belajar dari mereka untuk melakukannya juga.  

 

Perilaku ‘belajar': Anjing mengamati anjing-anjing lain terlibat dalam Coprophagia dan meniru kegiatan mereka, sehingga 'belajar' dari anjing lain dalam rumah atau mereka yang tinggal di dekatnya.  

 

Perilaku keibuan: Seekor anjing betina dengan anak anjing akan sering terlibat dalam Coprophagia, dan perilaku ini adalah normal. Ada banyak teori tentang mengapa anjing betina itu melakukan hal ini, termasuk menjaga daerahnya bersih dan mencegah bau kotoran yang dapat menarik penciuman predator.  

 

Perilaku dominasi: Ada beberapa laporan tentang anjing yang kurang dominan mengkonsumsi kotoran dari satu atau lebih anjing dominan lain dalam lingkungan yang sama.  

 

Perilaku makan: Banyak orang memberi makan anjing mereka hanya sekali per hari. Beberapa dalil menyatakan bahwa secara alami anjing juga ingin mempunyai makanan sepanjang hari, maka mereka menggunakan Coprophagia untuk menambah jadwal makan mereka dan memenuhi kebutuhan ini.  

 

Pilihan Pengobatan Tindakan ini semua pendapat penulis studi ini. Kami tidak membuat klaim tentang kemanjuran pengobatan ini, juga kami tidak mendukung pemakaian produk-produk tertentu di sini. Ini ditulis hanya untuk menginformasikan pada individu yang tertarik dari apa yang telah dilakukan di masa lalu, dan pendapat para penulis dari pengobatan ini.

 

Meat tenderizer: Beberapa orang berteori bahwa menambah berbagai enzim pada makanan anjing yang coprophagic dapat membantu. Kecurigaannya adalah bahwa enzim-enzim ini memecah lebih banyak nutrisi dalam makanan anjing sehingga mendapat gizi yang memadai dan anjing tidak perlu menelan kotorannya untuk mendapatkan pemasukan yang layak gizi. Ada beberapa laporan ini bekerja pengobatan.  

 

Forbid (TM)(R): Ini adalah suplemen bubuk untuk ditambahkan ke makanan anjing. Diperkirakan bahwa hal ini membuat rasa kotoran menjadi tidak enak bagi anjing yang coprophagic. Dengan catatan bahwa ini hanya diterapkan pada makanan dari anjing yang kotorannya dimakan anjing tersebut atau anjing lain. Dan harus dengan resep dokter hewan. Kemanjurannya belum terbukti. Perhatikan juga bahwa ini hanya dapat diberikan kepada anjing, sehingga hanya akan efektif pada autocoprophagia atau Coprophagia intraspesifik.  

 

Deter (TM)(R): Ini adalah pil yang diberikan ke anjing dengan makanannya. Seperti Forbid, pil ini juga membuat rasa kotoran menjadi tidak enak. Ini tidak harus dengan resep dokter hewan, tetapi ketentuannya sama seperti Forbid.  

 

Rasa kotoran yang tidak enak: Ini mungkin yang paling umum untuk pengobatan Coprophagia. Pemilik disarankan untuk meletakkan sesuatu seperti saus sambal di kotoran anjing mereka. Teorinya adalah bahwa anjing akan mengkonsumsi kotoran yang telah diberi sambal dan akan memiliki respons penolakan (karena rasa tidak enak) dan akhirnya akan berhenti memakan kotorannya. Agar tindakan ini menjadi efektif, maka harus dilakukan 100% setiap waktu. Setiap kotoran harus diberi saus sambal atau elemen lain yang rasanya tidak enak bagi anjing atau anjing lain tidak akan mengasosiasikan rasa buruk dengan makan kotorannya. Ini adalah pendapat penulis bahwa sebenrnya pemilik hanya cukup mengambil kotorannya saja. Kurangnya akses ke kotoran merupakan pilihan pengobatan yang paling efektif (dijelaskan di bawah). Beberapa anjing akan berhenti terlibat dalam siklus coprophaga jika kotorannya sudah diambil sebelum bisa dikonsumsi, sehingga perawatan lebih mudah, lebih sederhana, dan lebih efektif dalam mengendalikan Coprophagia.  

 

Omelan / Hukuman: Ini adalah metode umum bagi pemilik agar anjingnya berhenti berperilaku buruk. Menyalak adalah contoh yang paling umum-pemilik pikir jika mereka memarahi hewan peliharaan mereka karena menyalak, maka anjing akan berhenti menyalak. Hukuman hampir tidak pernah berhasil dengan baik, dan seharusnya hanya digunakan sebagai pilihan terakhir. Ini sebenarnya dapat semakin menyebabkan Coprophagia karena anjingnya berpikir dapat perhatian lebih (dihukum) dengan memakan kotoroannya.  

 

Mengabaikan: ini sering digunakan oleh pemilik karena mereka tahu bahwa anjing mereka mungkin ingin perhatian dari makan kotoran, sehingga mereka mengabaikan anjing tersebut. Hal ini mungkin lebih ba ik daripada memarahi dan hukuman, tapi mungkin tidak seefektif memperkuat perilaku yang baik (seperti datang saat dipanggil).  

 

Pickup: Ini adalah strategi pengobatan dengan mencegah akses ke kotoran. Dalam kasus-kasus ekstrim Coprophagia, berangus mungkin harus diberikan jika anjing dibiarkan di luar untuk mencegahnya mereka makan kotoran. Biasanya hanya dengan mengambil kotoran mereka tak lama setelah anjing tersebut buang air besar dan mencegah anjing tersebut makan kotoran selama berjalan dengan pemiliknya pun sudah cukup. Seringkali hal ini dapat mematahkan siklus perilaku seperti dijelaskan di atas.  

 

Bahan kimia lain: konon ada banyak perawatan kimia untuk Coprophagia, termasuk obat homeopati. Tentu saja, hanya informasi anekdotal yang tersedia tentang senyawa ini. Beberapa suplemen yang telah diusulkan meliputi biji labu, permen mint, pepaya, dan nanas.  

 

Muzzle: Jika anjing berperilaku coprophagic saat tanpa pengawasan, atau mengkonsumsi kotoran langsung saat buang air besar, berangus dapat menjadi solusi praktis untuk masalah ini. Ini mungkin salah satu cara yang lebih praktis untuk berurusan dengan anjing yang coprophagic dan tidak terawasi dengan baik.  

 

Menunggu: lucunya, ini tampaknya menjadi perilaku yang paling sering terjadi pada anjing muda. Banyak pemilik melaporkan bahwa anjing mereka akhirnya berhenti coprophagic. Meskipun bukan pengobatan, adalah mungkin bahwa anjing itu akan berhenti menjadi coprophagic karena usia.

 

Reinforcement Positif: ini adalah proses reinforcement perilaku selain perilaku Coprophagia tersebut. Ketika anjing akan mulai makan kotorannya, pemilik dapat menggunakan berbagai perintah. "leave", "come", "sit", dll semua dapat digunakan. Idenya di sini adalah untuk mengalihkan perhatian anjing cukup lama untuk memungkinkan pemiliknya untuk mengambil kotoran dan membuat anjing lupa tentang perilaku Coprophagia.



Kombinasi: Hampir tidak mungkin untuk merekomendasikan perawatan terbaik untuk Coprophagia pada anjing. Karena mekanisme dan alasan mengapa anjing berperilaku seperti ini pun belum diketahui, belum ada modifikasi terapi perilaku yang paling efektif. Ini adalah pendapat penulis ini bahwa kombinasi reinforcement perilaku yang diinginkan dan mengambil kotoran adalah kombinasi terbaik untuk pengobatan Coprophagia.    

 

Sumber:

http://en.wikipedia.org/wiki/Coprophagia

http://home.gci.net/~divs/behavior/coprophagia.html

 Kirim ke teman Versi cetak Beri Penilaian
Penilaian Saya:

Sebelumnya:

Feline Infectious Peritonitis
Merawat Anjing Tua
Demodecosis Pada Anjing
Kulit dan Bulu Anjing yang Sehat
Ring Worm

Selanjutnya:

PEMBERIAN OBAT CACING PADA KUCING DAN ANJING
Apa Itu Distemper ?
Perlukah Hewan peliharaan Saya Diberi Kalsium..?
 
 
 
      Kembali ke atas
Kembali ke atas
 
  Piet Klinik Hewan 24 Jam
Plaza Amsterdam C-18, Bukit Sentul Selatan
Sentul, Bogor - Indonesia
+62 21 8796 1199
+62 21 6854 5667
© 2009 - 2017 Piet Klinik Hewan 24 Jam
Developed by: AnjingKita.com