Piet Klinik Hewan 24 Jam Piet Klinik Hewan 24 Jam Piet Klinik Hewan 24 Jam Piet Klinik Hewan 24 Jam
Piet Klinik Hewan 24 Jam Piet Klinik Hewan 24 Jam Piet Klinik Hewan 24 Jam Piet Klinik Hewan 24 Jam
Piet Klinik Hewan 24 Jam
Selamat Pagi...Minggu, 19 November 2017 - (UTC+7)
Piet Klinik Hewan 24 Jam
 
 
 
 
Piet Pet Shop
 

Piet Pet Shop

 
 
Yang Baru
 
Ready For Adoption! [URGENT]
03 November 2017 - 22:11
[Info Hewan Dijual ]
Ready for adoption
23 Agustus 2017 - 03:48
[Info Hewan Dijual ]
T-Shirts Pencil Draw MyDog
10 November 2011 - 10:04
[Piet Pet Shop]
PEMBERIAN OBAT CACING PADA KUCING DAN ANJING
31 Oktober 2011 - 07:11
[Kesehatan]
Apa Itu Distemper ?
28 Oktober 2011 - 08:28
[Kesehatan]
Piet Klinik Hewan 24 Jam Pindah Lokasi
10 Januari 2011 - 03:35
[Kegiatan]
Cherry Eye
30 Desember 2010 - 20:20
[]
Mengunjungi Salon Hewan Piet Pet Shop (part 3)
08 November 2010 - 18:45
[Salon dan Grooming]
Mengunjungi Salon Hewan Piet Pet Shop (part 2)
08 November 2010 - 18:30
[Salon dan Grooming]
Mengunjungi Salon Hewan Piet Pet Shop (part 1)
08 November 2010 - 18:24
[Salon dan Grooming]
 
 
 
pk icon  Kesehatan
Beranda : Artikel : Kesehatan

28 Oktober 2009 - 17:24  
Merawat Anjing Tua    

drh. Anita Bunawan

Keistimewaan anjing sebagai hewan kesayangan, tidak terlepas dari kesetiaan dalam memberikan rasa cinta dan perhatian di sepanjang hidupnya bagi pemilik hewan. Hal ini menimbulkan rasa keterikatan psikologis yang kuat antara pemilik dengan hewan peliharaannya sebagai bagian anggota keluarga. Seiring dengan berjalannya waktu perubahan secara psikis maupun fisik berlangsung menurun saat hewan memasuki usia tua dan di masa inilah pemilik perlu memberikan perhatian lebih bagi kelangsungan hidup hewan kesayangannya.

Usia tua pada anjing bervariasi tergantung dari jenisnya, dimana anjing ras besar umumnya menjelang umur 6 tahun sedang kan anjing ras kecil menjelang umur 7 tahun. Selain faktor jenis ras, pertahanan hidup hewan di usia tua juga sangat ditentukan dari kondisi kesehatan dan perawatan yang baik.

Perbedaan usia anjing dengan manusia diperkirakan 7 kali lebih cepat, dan seiiring dengan berjalannya waktu, anda perlu mengenali perubahan yang terjadi pada anjing anda, karena kebutuhan dan penanganan terhadap anjing tua pada dasarnya berbeda dengan anjing muda dan dewasa.

Perubahan yang umum dapat terjadi pada anjing tua diantaranya :

1.      Nutrisi

Sesuai dengan perubahan metabolisme tubuh yang melambat, kebutuhan energi anjing tua juga menurun. Dampaknya pemberian makanan perlu dikurangi karena kelebihan energi akan dialokasikan pada cadangan lemak. Apalagi aktifitas hewan tua cenderung menurun sehingga exercise yang kurang juga berpotensi membuat anjing tua menjadi  gemuk. Frekuensi pemberian makan 2x sehari lebih baik daripada 1x sehari untuk mengurangi kemungkinan anjing merasa sangat lapar. Sebagai tambahan untuk mengantisipasi rasa lapar anjing diluar jam makan, anda dapat memberikan sayuran maupun buah-buahan segar yang baik untuk pencernaan dan tidak berpotensi menimbulkan kegemukan pada anjing, yaitu diantaranya ketimun, buncis, wortel dan apel.

Hewan tua memerlukan diet rendah lemak, phospor dan sodium untuk menjaga kesehatan ginjal dan jantung namun sebaliknya membutuhkan kandungan serat yang tinggi dan protein berkualitas tinggi yang mudah tercerna. Anjing tua juga membutuhkan tambahan antioksidan berupa vitamin E, vitamin C serta Selenium untuk mengurangi efek kerusakan sel akibat radikal bebas, serta asam lemak omega yang dapat membantu fungsi mitokondria sel. Semua kebutuhan komposisi tersebut umumnya sudah dilengkapi pada produk dog food berkualitas premium yang khusus disesuaikan untuk anjing tua.

2.      Penyakit Periodontal          

Resiko pembentukan plak dan karang gigi yang disertai ginggivitis meningkat pada anjing tua, karena produksi saliva mengalami penurunan disertai sisa makanan yang menempel pada gigi dan bercampur akumulasi bakteri. Perlu diwaspadai bahwa penyakit periodontal dapat menyebabkan gangguan pada organ vital tubuh seperti ginjal, jantung dan hati. Hal ini dikarenakan infeksi pada gusi maupun pembusukan gigi memudahkan port d entre (masuknya) bakteri migrasi dan beredar dalam pembuluh darah.

Idealnya menjaga kesehatan gigi dan gusi dapat dilakukan dengan menyikat gigi secara teratur menggunakan pasta gigi khusus untuk hewan yang mengandung chlorhexidine minimal 3 kali seminggu. Dental treats dan chews juga dapat diberikan untuk membantu mengurangi resiko pembentukan plak dan karang gigi. Namun demikian hewan dengan kondisi plak dan karang gigi yang parah umumnya hanya dapat diterapi dengan cara "dental scalling".

3.      Behaviour

Meskipun penuaan merupakan proses yang tidak dapat dihindari, namun pengamatan terhadap segala macam perubahan perilaku anjing anda perlu diperhatikan, mengingat perubahan tersebut dapat merupakan salah satu tanda adanya kelainan/gangguan kesehatan pada hewan. Secara fisiologis perubahan perilaku pada hewan tua sendiri dapat dipengaruhi oleh adanya penurunan fungsi organ cognitive (otak) yang pada manusia usia lanjut lebih sering dikenal dengan dementia. Tanda-tanda yang dapat dikenali diantaranya reaksi terhadap stimulus (rangsangan) yang menurun, daya ingat menurun, lebih lamban dalam beraktivitas, perubahan pola waktu tidur, serta penurunan fungsi organ sensoris. Kemampuan anjing untuk beradaptasi terhadap perubahan lingkungan di sekitarnya juga mulai menurun pada usia tua sehingga memicu anjing menjadi lebih mudah stress.

Saat fungsi pendengaran dan penglihatan menurun, anjing tua dapat tersesat ketika berada di lingkungan baru dan merasa asing sehingga dapat berespon agresif dan intoleran terhadap orang. Kemampuan anjing membaui rasa juga dapat berpengaruh terhadap penurunan nafsu makan. Selain itu anjing tua juga dapat bermasalah dengan perubahan frekuensi defekasi seiiring dengan menurunnya fungsi kontrol spinchter ani. Seperti halnya dengan manusia yang memerlukan perhatian, anjing tua yang tidak terbiasa sendiri ditinggal pemilik juga dapat mengalami stress sehingga menjadi gelisah dan vocalizing (bersuara).


4.      Arthritis

Arthritis merupakan peradangan pada persendian yang ditandai dengan adanya kekakuan dan rasa sakit pada persendian. Arthritis itu sendiri termasuk penyakit degeneratif yang banyak menyerang anjing tua terutama ras besar sedangkan pada anjing usia muda umumnya lebih disebabkan oleh karena faktor trauma maupun infeksi pada persendian. Gejala yang ditimbulkan diantaranya rasa sakit saat berdiri maupun setelah beraktifitas sehingga hewan menjadi kurang aktif, kekakuan, bahkan agak pincang beberapa langkah saat bangun setelah tidur panjang.

Penanganan yang dapat dilakukan adalah dengan pemberian obat untuk mengurangi peradangan dan rasa sakit, yaitu yang umum dipakai adalah Rimadyl dan termasuk NSAID (non steroidal anti inflammatory drug). Penggunaan obat ini sebaiknya tetap memerlukan pengawasan dan petunjuk dokter hewan karena efek sampingnya yang dapat menimbulkan ulcer gastrointestinal dan toksisitas pada hati serta ginjal. Sedangkan suplement glucosamine, chondroitin sulfate maupun asam lemak omega 3 dan 6 yang berperan sebagai anti inflammatory alami berguna untuk membantu memperlambat proses degenerasi dan menjaga lubrikasi persendian.

Exercise secara teratur juga tetap diperlukan untuk membantu memicu produksi cairan lubrikasi pada persendian dan membantu agar hewan tidak malas bergerak sehingga mencegah atrofi otot.  Salah satunya yang paling mudah adalah dengan latihan berjalan setidaknya 10-30 menit sehari di pagi maupun sore hari tergantung dari kondisi anjing.

Karena anjing arthritis cenderung mengalami kesulitan bergerak maka perlu diperhatikan lantai kandang sebaiknya tidak terbuat dari ubin dan kayu yang licin, bila perlu diberi tambahan karpet untuk mencegah anjing terpeleset. Faktor kegemukan juga dapat memperparah kondisi anjing arthritis karena tekanan beban pada persendian. Sedangkan alas tidur yang lembut membantu anjing merasa lebih nyaman, terutama berguna untuk anjing yang sangat kurus dimana penonjolan tulang ekstremitas yang bergesek dengan permukaan lantai dapat menyebabkan luka lecet. Rasa sakit karena arthritis juga membuat anjing menjadi sensitif dan kurang toleran terhadap gangguan luar, sehingga perlu memberikan suasana tenang sehingga anjing tetap merasa nyaman.

5.      Gangguan jantung

Seperti halnya dengan manusia, anjing tua juga dapat mengalami kelainan jantung meskipun umumnya bukan terutama disebabkan dari faktor pola diet. Kelainan yang sering ditemui diantaranya gangguan katup jantung (valvular disease) dan kardiomiopati. Gangguan jantung itu sendiri dapat dipicu oleh adanya tumor, parasit jantung (Dirofilaria immitis), kegemukan maupun infeksi periodontal.

Gejala yang dapat diamati pada anjing penderita gangguan jantung diantaranya sering batuk di malam hari, lebih cepat lelah saat beraktifitas, kesulitan bernafas bahkan pingsan. Fungsi jantung yang mengalami gangguan umumnya mengalami arythmia (irama tidak beraturan) yang dapat dideteksi dari adanya murmur (suara desiran yang abnormal) . Sebagai organ vital yang memompa darah ke seluruh tubuh, gangguan jantung dapat berdampak buruk terhadap organ tubuh lainnya karena gangguan sirkulasi darah. Penanganan terhadap gangguan jantung itu sendiri umumnya menggunakan obat oral diantaranya diuretikum, ACE inhibitor, beta blocker maupun calcium channel blocker.

6.      Tumor

Yang paling sering ditemui pada anjing tua adalah tumor pada kulit. Adanya benjolan pada kulit perlu anda perhatikan letak, bentuk, ukuran dan perubahan warna yang terjadi, untuk mengetahui sifat dari tumor tersebut apakah ganas atau jinak. Penanganan terhadap tumor sendiri tergantung dari diagnosa dan prognosa penyakit sehingga anda perlu segera memeriksakan hewan anda ke dokter hewan bila menemukan kelainan tersebut pada anjing anda.

Selain perubahan tersebut diatas, anjing tua juga cenderung mengalami gangguan fungsi organ tubuh lain diantaranya hati, ginjal serta gangguan hormonal. Meskipun penuaan sendiri merupakan proses degenerasi yang tidak dapat dihindari namun berbagai gangguan penyakit yang muncul perlu diantisipasi dan ditangani segera mengingat anjing tua membutuhkan waktu yang lebih lama untuk dapat pulih dengan kapasitas fungsi tubuh yang menurun. Deteksi dini terhadap adanya penyakit umumnya dapat dilakukan dengan pemeriksaan darah rutin setidaknya 1-2 kali setahun untuk mendeteksi gejala awal disfungsi organ yang seringkali belum teramati secara pemeriksaan klinis sehingga dapat dilakukan tindakan untuk pencegahan maupun memperlambat perkembangan proses penyakit yang terjadi.

Alhasil prinsip pemeliharan yang baik, pencegahan dan penanganan yang tepat disertai dengan pemberian nutrisi yang seimbang setidaknya dapat memberikan kenyamanan dan memperpanjang jangka hidup anjing anda di masa tuanya.

 

 

 

 

Galeri Foto
Galeri Foto
 Kirim ke teman Versi cetak Beri Penilaian
Penilaian Saya:

Sebelumnya:

Demodecosis Pada Anjing
Kulit dan Bulu Anjing yang Sehat
Ring Worm
Mengenal Penyebab Diare Pada Anjing
Alergi pada Makanan

Selanjutnya:

PEMBERIAN OBAT CACING PADA KUCING DAN ANJING
Apa Itu Distemper ?
Perlukah Hewan peliharaan Saya Diberi Kalsium..?
Coprophagia
Feline Infectious Peritonitis
 
 
 
      Kembali ke atas
Kembali ke atas
 
  Piet Klinik Hewan 24 Jam
Plaza Amsterdam C-18, Bukit Sentul Selatan
Sentul, Bogor - Indonesia
+62 21 8796 1199
+62 21 6854 5667
© 2009 - 2017 Piet Klinik Hewan 24 Jam
Developed by: AnjingKita.com