|
29 Oktober 2009 - 07:24
Merawat Anjing Tua    
drh. Anita Bunawan
Keistimewaan
anjing sebagai hewan kesayangan, tidak terlepas dari kesetiaan dalam memberikan
rasa cinta dan perhatian di sepanjang hidupnya bagi pemilik hewan. Hal ini
menimbulkan rasa keterikatan psikologis yang kuat antara pemilik dengan hewan
peliharaannya sebagai bagian anggota keluarga. Seiring dengan berjalannya waktu
perubahan secara psikis maupun fisik berlangsung menurun saat hewan memasuki
usia tua dan di masa inilah pemilik perlu memberikan perhatian lebih bagi
kelangsungan hidup hewan kesayangannya.
Usia tua pada
anjing bervariasi tergantung dari jenisnya, dimana anjing ras besar umumnya
menjelang umur 6 tahun sedang kan
anjing ras kecil menjelang umur 7 tahun. Selain faktor jenis ras, pertahanan
hidup hewan di usia tua juga sangat ditentukan dari kondisi kesehatan dan
perawatan yang baik.
Perbedaan usia
anjing dengan manusia diperkirakan 7 kali lebih cepat, dan seiiring dengan
berjalannya waktu, anda perlu mengenali perubahan yang terjadi pada anjing
anda, karena kebutuhan dan penanganan terhadap anjing tua pada dasarnya berbeda
dengan anjing muda dan dewasa.
Perubahan yang umum
dapat terjadi pada anjing tua diantaranya :
1. Nutrisi
Sesuai dengan
perubahan metabolisme tubuh yang melambat, kebutuhan energi anjing tua juga menurun.
Dampaknya pemberian makanan perlu dikurangi karena kelebihan energi akan dialokasikan
pada cadangan lemak. Apalagi aktifitas hewan tua cenderung menurun sehingga
exercise yang kurang juga berpotensi membuat anjing tua menjadi gemuk. Frekuensi pemberian makan 2x sehari
lebih baik daripada 1x sehari untuk mengurangi kemungkinan anjing merasa sangat
lapar. Sebagai tambahan untuk mengantisipasi rasa lapar anjing diluar jam
makan, anda dapat memberikan sayuran maupun buah-buahan segar yang baik untuk
pencernaan dan tidak berpotensi menimbulkan kegemukan pada anjing, yaitu
diantaranya ketimun, buncis, wortel dan apel.
Hewan tua
memerlukan diet rendah lemak, phospor dan sodium untuk menjaga kesehatan ginjal
dan jantung namun sebaliknya membutuhkan kandungan serat yang tinggi dan
protein berkualitas tinggi yang mudah tercerna. Anjing tua juga membutuhkan
tambahan antioksidan berupa vitamin E, vitamin C serta Selenium untuk
mengurangi efek kerusakan sel akibat radikal bebas, serta asam lemak omega yang
dapat membantu fungsi mitokondria sel. Semua kebutuhan komposisi tersebut umumnya
sudah dilengkapi pada produk dog food berkualitas premium yang khusus disesuaikan
untuk anjing tua.
2. Penyakit Periodontal
Resiko
pembentukan plak dan karang gigi yang disertai ginggivitis meningkat pada
anjing tua, karena produksi saliva mengalami penurunan disertai sisa makanan
yang menempel pada gigi dan bercampur akumulasi bakteri. Perlu diwaspadai bahwa
penyakit periodontal dapat menyebabkan gangguan pada organ vital tubuh seperti
ginjal, jantung dan hati. Hal ini dikarenakan infeksi pada gusi maupun
pembusukan gigi memudahkan port d entre (masuknya) bakteri migrasi dan beredar
dalam pembuluh darah.
Idealnya menjaga
kesehatan gigi dan gusi dapat dilakukan dengan menyikat gigi secara teratur menggunakan
pasta gigi khusus untuk hewan yang mengandung chlorhexidine minimal 3 kali
seminggu. Dental treats dan chews juga dapat diberikan untuk membantu
mengurangi resiko pembentukan plak dan karang gigi. Namun demikian hewan dengan
kondisi plak dan karang gigi yang parah umumnya hanya dapat diterapi dengan
cara "dental scalling".
3. Behaviour
Meskipun penuaan
merupakan proses yang tidak dapat dihindari, namun pengamatan terhadap segala
macam perubahan perilaku anjing anda perlu diperhatikan, mengingat perubahan
tersebut dapat merupakan salah satu tanda adanya kelainan/gangguan kesehatan pada
hewan. Secara fisiologis perubahan perilaku pada hewan tua sendiri dapat dipengaruhi
oleh adanya penurunan fungsi organ cognitive (otak) yang pada manusia usia
lanjut lebih sering dikenal dengan dementia. Tanda-tanda yang dapat dikenali
diantaranya reaksi terhadap stimulus (rangsangan) yang menurun, daya ingat
menurun, lebih lamban dalam beraktivitas, perubahan pola waktu tidur, serta
penurunan fungsi organ sensoris. Kemampuan anjing untuk beradaptasi terhadap
perubahan lingkungan di sekitarnya juga mulai menurun pada usia tua sehingga
memicu anjing menjadi lebih mudah stress.
Saat fungsi
pendengaran dan penglihatan menurun, anjing tua dapat tersesat ketika berada di
lingkungan baru dan merasa asing sehingga dapat berespon agresif dan intoleran
terhadap orang. Kemampuan anjing membaui rasa juga dapat berpengaruh terhadap
penurunan nafsu makan. Selain itu anjing tua juga dapat bermasalah dengan
perubahan frekuensi defekasi seiiring dengan menurunnya fungsi kontrol spinchter
ani. Seperti halnya dengan manusia yang memerlukan perhatian, anjing tua yang
tidak terbiasa sendiri ditinggal pemilik juga dapat mengalami stress sehingga
menjadi gelisah dan vocalizing (bersuara).
4. Arthritis
Arthritis merupakan
peradangan pada persendian yang ditandai dengan adanya kekakuan dan rasa sakit
pada persendian. Arthritis itu sendiri termasuk penyakit degeneratif yang
banyak menyerang anjing tua terutama ras besar sedangkan pada anjing usia muda
umumnya lebih disebabkan oleh karena faktor trauma maupun infeksi pada
persendian. Gejala yang ditimbulkan diantaranya rasa sakit saat berdiri maupun
setelah beraktifitas sehingga hewan menjadi kurang aktif, kekakuan, bahkan agak
pincang beberapa langkah saat bangun setelah tidur panjang.
Penanganan yang
dapat dilakukan adalah dengan pemberian obat untuk mengurangi peradangan dan
rasa sakit, yaitu yang umum dipakai adalah Rimadyl dan termasuk NSAID (non
steroidal anti inflammatory drug). Penggunaan obat ini sebaiknya tetap
memerlukan pengawasan dan petunjuk dokter hewan karena efek sampingnya yang
dapat menimbulkan ulcer gastrointestinal dan toksisitas pada hati serta ginjal.
Sedangkan suplement glucosamine, chondroitin sulfate maupun asam lemak omega 3
dan 6 yang berperan sebagai anti inflammatory alami berguna untuk membantu memperlambat
proses degenerasi dan menjaga lubrikasi persendian.
Exercise secara
teratur juga tetap diperlukan untuk membantu memicu produksi cairan lubrikasi
pada persendian dan membantu agar hewan tidak malas bergerak sehingga mencegah
atrofi otot. Salah satunya yang paling mudah adalah dengan latihan berjalan
setidaknya 10-30 menit sehari di pagi maupun sore hari tergantung dari kondisi
anjing.
Karena anjing
arthritis cenderung mengalami kesulitan bergerak maka perlu diperhatikan lantai
kandang sebaiknya tidak terbuat dari ubin dan kayu yang licin, bila perlu
diberi tambahan karpet untuk mencegah anjing terpeleset. Faktor kegemukan juga
dapat memperparah kondisi anjing arthritis karena tekanan beban pada
persendian. Sedangkan alas tidur yang lembut membantu anjing merasa lebih
nyaman, terutama berguna untuk anjing yang sangat kurus dimana penonjolan
tulang ekstremitas yang bergesek dengan permukaan lantai dapat menyebabkan luka
lecet. Rasa sakit karena arthritis juga membuat anjing menjadi sensitif dan kurang
toleran terhadap gangguan luar, sehingga perlu memberikan suasana tenang
sehingga anjing tetap merasa nyaman.
5. Gangguan jantung
Seperti halnya
dengan manusia, anjing tua juga dapat mengalami kelainan jantung meskipun
umumnya bukan terutama disebabkan dari faktor pola diet. Kelainan yang sering
ditemui diantaranya gangguan katup jantung (valvular disease) dan
kardiomiopati. Gangguan jantung itu sendiri dapat dipicu oleh adanya tumor,
parasit jantung (Dirofilaria immitis),
kegemukan maupun infeksi periodontal.
Gejala yang
dapat diamati pada anjing penderita gangguan jantung diantaranya sering batuk
di malam hari, lebih cepat lelah saat beraktifitas, kesulitan bernafas bahkan
pingsan. Fungsi jantung yang mengalami gangguan umumnya mengalami arythmia
(irama tidak beraturan) yang dapat dideteksi dari adanya murmur (suara desiran
yang abnormal) . Sebagai organ vital yang memompa darah ke seluruh
tubuh, gangguan jantung dapat berdampak buruk terhadap organ tubuh lainnya
karena gangguan sirkulasi darah. Penanganan terhadap gangguan jantung itu
sendiri umumnya menggunakan obat oral diantaranya diuretikum, ACE inhibitor,
beta blocker maupun calcium channel blocker.
6. Tumor
Yang paling sering ditemui pada anjing tua
adalah tumor pada kulit. Adanya benjolan pada kulit perlu anda perhatikan letak,
bentuk, ukuran dan perubahan warna yang terjadi, untuk mengetahui sifat dari
tumor tersebut apakah ganas atau jinak. Penanganan terhadap tumor sendiri
tergantung dari diagnosa dan prognosa penyakit sehingga anda perlu segera
memeriksakan hewan anda ke dokter hewan bila menemukan kelainan tersebut pada
anjing anda.
Selain perubahan
tersebut diatas, anjing tua juga cenderung mengalami gangguan fungsi organ
tubuh lain diantaranya hati, ginjal serta gangguan hormonal. Meskipun penuaan
sendiri merupakan proses degenerasi yang tidak dapat dihindari namun berbagai
gangguan penyakit yang muncul perlu diantisipasi dan ditangani segera mengingat
anjing tua membutuhkan waktu yang lebih lama untuk dapat pulih dengan kapasitas
fungsi tubuh yang menurun. Deteksi dini terhadap adanya penyakit umumnya dapat
dilakukan dengan pemeriksaan darah rutin setidaknya 1-2 kali setahun untuk mendeteksi
gejala awal disfungsi organ yang seringkali belum teramati secara pemeriksaan
klinis sehingga dapat dilakukan tindakan untuk pencegahan maupun memperlambat
perkembangan proses penyakit yang terjadi.
Alhasil prinsip
pemeliharan yang baik, pencegahan dan penanganan yang tepat disertai dengan
pemberian nutrisi yang seimbang setidaknya dapat memberikan kenyamanan dan
memperpanjang jangka hidup anjing anda di masa tuanya.
|