|
04 Agustus 2009 - 10:30
Kulit dan Bulu Anjing yang Sehat    
drh. Anita Bunawan
Bulu merupakan
mahkota keindahan bagi seekor anjing. Sedangkan kulit berperan penting sebagai
pelindung tubuh terhadap paparan kontak agen penyakit dari luar serta sebagai
insulator panas tubuh. Bahkan penampilan kulit dan bulu hewan dapat menjadi
salah satu indikator kesehatan hewan secara keseluruhan. Meskipun demikian
perubahan kulit dan bulu seperti mudah rontok, tampak kusam, kering dan lain
sebagainya tidak bersifat spesifik terhadap jenis penyakit tertentu pada hewan
karena ada banyak faktor yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan kulit dan
bulu baik secara langsung maupun tidak langsung, yaitu diantaranya : adanya parasit,
ketidakseimbangan nutrisi serta penyakit dalam seperti gangguan hormonal maupun
sistem kekebalan.
Keindahan kulit
dan bulu itu sendiri tidak lepas dari pengaruh komponen utama pembentuknya
yaitu protein dan lemak. Lemak yang dihasilkan melalui kelenjar sebaceous di
kulit berperan seperti conditioner yang melembabkan kulit dan membuat bulu
tampak bersinar. Sedangkan protein merupakan pembentuk utama sel kulit dan bulu
yang juga berperan dalam menjaga keutuhan struktur membran sel. Melalui membran
sel pula terjadi pengaturan aliran air, mineral dan nutrisi keluar masuk sel,
sehingga bila membran sel tidak kokoh dapat berdampak pada kerusakan sel yang
secara global menyebabkan gangguan kulit dan bulu seperti mudah rontok, kusam,
kasar bahkan mudah rusak. Dampaknya tentu saja selain mengganggu keindahan
penampilan hewan, namun dapat memudahkan masuknya bibit penyakit melalui kulit,
terutama eksistensi parasit dan bakteri pada kulit.
Adapun
faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kesehatan kulit dan bulu anjing
diantaranya :
1. Nutrisi
Kesehatan kulit
dan bulu juga ditentukan dari keseimbangan nutrisi antara protein (terutama
asam amino seperti cystine yang kaya akan sulfur), asam lemak essential,
mineral serta vitamin. Seperti telah disebutkan sebelumnya bahwa protein
berperan penting sebagai komponen utama pembentukan kulit dan bulu, bahkan
hingga sekitar 30% kebutuhan protein harian tubuh digunakan untuk proses
regenerasi sel kulit dan pertumbuhan bulu. Sedangkan asam lemak essential yang
penting untuk kesehatan kulit dan bulu diantaranya asam lemak omega 6 yaitu
asam linoleat yang berfungsi untuk ketahanan dan keindahan bulu sehingga tampak
bersinar, tidak kusam dan kering. Selain itu asam lemak omega 3 yang biasa
dikenal dengan EPA dan DHA juga penting bagi kulit yang berperan sebagai
antiinflamasi. Umumnya ratio terbaik konsumsi antara asam lemak omega 6 dengan
asam lemak omega 3 adalah 5 atau 10 : 1.
Sedangkan untuk
mineral dan vitamin yang penting diantaranya adalah vitamin A (untuk
pertumbuhan dan perbaikan sel), E (untuk melindungi sel dari kerusakan
oksidasi), C (untuk membantu persembuhan luka), biotin, riboflavin, zinc (untuk
metabolisme lemak dan protein) serta copper (untuk sintesis protein dan
pigmentasi).
Nutrisi yang lengkap
dapat diperoleh cukup dari dog food yang berkualitas premium. Karenanya sebagai
pemilik hewan anda perlu jeli memilih dog food terbaik dengan komposisi nutrisi
yang seimbang dan sesuai dengan kebutuhan hewan kesayangan anda. Umumnya setiap
merk dog food memiliki standar komposisi nutrisi yang berbeda, sesuai dengan
kebutuhan anjing dan harga yang ditawarkan. Bahkan beberapa produk dog food
tertentu mengklaim mengandung komposisi nutrisi yang seimbang khusus untuk
kebutuhan kesehatan kulit dan bulu. Oleh karena itu ada baiknya anda juga
berkonsultasi dengan dokter hewan dalam memilih dog food yang sesuai, terutama
bila hewan anda memiliki jenis kulit dan bulu yang sensitif.
2. Parasit
Parasit yang
paling sering ditemukan menyebabkan gangguan pada kulit dan bulu anjing diantaranya
kutu (flea), caplak (tick) dan tungau (mite). Selain menyebabkan kerusakan seperti
kerontokan bulu, iritasi kulit serta rasa gatal, dampak lain dari kehadiran
parasit dapat disertai dengan alergi dan infeksi kulit yang diperparah dengan
infestasi bakteri sekunder.
Pengendalian terhadap
parasit pada kulit dan bulu sangatlah penting karena sifatnya yang mudah menular
antara sesama anjing dan umumnya memerlukan jangka waktu lama dalam proses
persembuhannya, bahkan beberapa parasit seperti kutu dan caplak dapat menjadi
vektor penularan penyakit oleh protozoa seperti Lyme disease dan tapeworm
(cacing pita). Untuk pencegahan terhadap penularan parasit selain mencegah
kontak dengan hewan lain yang tertular juga dapat diberikan obat anti kutu
Revolution atau Frontline secara berkala serta selalu menjaga kebersihan kulit
dan bulu disertai dengan pemberian nutrisi yang seimbang.
Selain
ektoparasit seperti yang telah disebutkan diatas, kehadiran endoparasit seperti
cacing (helminth) juga dapat mempengaruhi kualitas kesehatan kulit dan bulu
anjing. Hal ini lebih dikarenakan oleh terganggunya asupan nutrisi terutama
protein yang diserap oleh tubuh, sehingga kekurangan nutrisi menyebabkan
ketidakseimbangan komponen utama pembentukan kulit dan bulu. Akibatnya yang
sering terjadi pada kulit dan bulu terlihat kusam dan mudah rusak.
3. Kesehatan Hewan
Kondisi
kesehatan hewan secara umum juga dapat mempengaruhi penampilan kulit dan bulu.
Adanya gangguan hormonal seperti hypothyrodism, hyperadrenocortism (Cushing
Disease) serta abnormalitas hormon seksual dapat menyebabkan kerontokan bulu. Bahkan
perubahan warna kulit menjadi gelap karena pigmentasi dan bersisik sering
terjadi pada kasus hypothyroid. Karena faktor penyebab perubahan kulit dan bulu
ini dikarenakan penyakit dalam maka umumnya gejala yang ditimbulkan dapat
disertai gejala klinis lain seperti peningkatan bobot badan, hewan menjadi
kurang aktif dan umumnya tidak menimbulkan rasa gatal. Selain itu penyakit
autoimun seperti lupus erythomasus dan pemphigus foliaceus pada anjing dapat bersifat
inherited (dapat diturunkan) dan juga menyebabkan gangguan kulit dan bulu
berupa kerontokan bulu serta perubahan pigmentasi kulit.
4. Dermatitis atau peradangan pada
kulit
Selain oleh
karena parasit, terjadinya dermatitis pada kulit dapat disebabkan oleh berbagai
faktor diantaranya alergen, bakteri, serta infeksi jamur. Alergen merupakan zat
yang dapat menimbulkan reaksi alergi pada kulit yang dapat diperoleh melalui
debu, rumput, makanan, shampoo, bedak dan lain sebagainya, meskipun hal ini
bersifat individual tergantung dari sensitivitas anjing. Alergi menyebabkan
rasa gatal oleh efek dari pelepasan histamin pada sel mast kulit dan seringkali
disertai dengan kemerahan pada kulit (eritema) dan kerontokan bulu di daerah
yang sering dijilat-jilat oleh anjing.
Sedangkan
bakteri yang umum ditemui dan bersifat komensal pada kulit yaitu jenis Staphylococci sp. Patogenesa dari
akumulasi bakteri purulen ini pada kulit diantaranya menimbulkan rasa gatal,
eritema, ulcerasi (kerusakan kulit) disertai pembentukan pustule. Lebih lanjut
lapisan kulit tampak berkerak dilanjutkan dengan kerontokan bulu didaerah
terinfeksi dan akhirnya menimbulkan pyoderma (pembentukan nanah pada lapisan
dermis kulit).
Infeksi jamur
pada kulit umumnya dikenal dengan istilah ringworm yang disebabkan oleh jenis Microsporum sp. dan Trichopyton sp. Ringworm ini hidup pada jaringan kulit mati, bulu
dan kuku hewan sehingga menimbulkan kerusakan bulu berupa kerontokan dan kulit
berkerak. Lesi yang ditimbulkan umumnya bersifat circular (pola bulat-bulat)
dan pada tahap lebih lanjut dapat disertai infeksi sekunder oleh bakteri yang menimbulkan
kerusakan kulit yang biasa dikenal dengan istilah dermatophytosis.
5. Grooming
Grooming anjing
anda secara rutin selain untuk kebersihan kulit dan bulu juga berguna untuk
mengeliminasi kotoran, bakteri, sel kulit mati, mengurangi bau badan anjing
serta menghilangkan gimbal yang dapat memicu terjadinya infeksi kulit. Grooming
disertai dengan massage juga dapat menstimulasi kelenjar sebaceous anjing
menghasilkan kondisioner untuk kulit dan bulu secara natural sehingga bulu
tampak bersinar dan sehat.
Berbeda dengan
manusia, ada baiknya anda menggunakan shampoo khusus anjing karena perbedaan
pH. Kulit manusia bersifat lebih acidic dengan pH sekitar 5.5, sedangkan kulit
anjing bersifat lebih basa yaitu dengan pH sekitar 7 sehingga penggunaan
shampoo manusia yang tidak cocok dapat menyebabkan kulit anjing malah menjadi
kering.
Normalnya
grooming pada anjing dapat dilakukan 2 x sebulan, kecuali pada kasus penyakit
kulit tertentu seperti jamur yang sebaiknya dibantu dengan grooming dan
pemberian shampoo anti jamur setiap seminggu sekali.
Dengan demikian
prinsip dalam memperoleh kulit dan bulu anjing yang sehat tidak hanya
ditentukan oleh faktor dari dalam tubuh yaitu kesehatan hewan dan kecukupan
nutrisi yang seimbang namun juga perawatan yang baik seperti grooming secara
teratur serta pencegahan terhadap infestasi dari parasit. Karena faktor
penyebab dan perubahan yang terjadi pada kulit dan bulu bersifat kompleks, ada
baiknya anda juga memeriksakan hewan anda secara berkala pada dokter hewan
terutama bila menemukan gangguan pada kulit dan bulu anjing anda untuk
mendapatkan penanganan segera. Hal ini dikarenakan gangguan kulit yang tidak
segera ditangani dapat meluas dan memperburuk kondisi kesehatan hewan, apalagi
proses regenerasi kulit umumnya berlangsung setiap 3-4 minggu pada anjing
normal, sehingga itulah sebabnya adanya gangguan penyakit yang terjadi pada
kulit dan bulu memerlukan waktu yang cukup lama dalam proses persembuhannya.
|