Piet Klinik Hewan 24 Jam Piet Klinik Hewan 24 Jam Piet Klinik Hewan 24 Jam Piet Klinik Hewan 24 Jam
Piet Klinik Hewan 24 Jam Piet Klinik Hewan 24 Jam Piet Klinik Hewan 24 Jam Piet Klinik Hewan 24 Jam
Piet Klinik Hewan 24 Jam
Selamat Pagi...Minggu, 19 November 2017 - (UTC+7)
Piet Klinik Hewan 24 Jam
 
 
 
 
Piet Pet Shop
 

Piet Pet Shop

 
 
Yang Baru
 
Ready For Adoption! [URGENT]
03 November 2017 - 22:11
[Info Hewan Dijual ]
Ready for adoption
23 Agustus 2017 - 03:48
[Info Hewan Dijual ]
T-Shirts Pencil Draw MyDog
10 November 2011 - 10:04
[Piet Pet Shop]
PEMBERIAN OBAT CACING PADA KUCING DAN ANJING
31 Oktober 2011 - 07:11
[Kesehatan]
Apa Itu Distemper ?
28 Oktober 2011 - 08:28
[Kesehatan]
Piet Klinik Hewan 24 Jam Pindah Lokasi
10 Januari 2011 - 03:35
[Kegiatan]
Cherry Eye
30 Desember 2010 - 20:20
[]
Mengunjungi Salon Hewan Piet Pet Shop (part 3)
08 November 2010 - 18:45
[Salon dan Grooming]
Mengunjungi Salon Hewan Piet Pet Shop (part 2)
08 November 2010 - 18:30
[Salon dan Grooming]
Mengunjungi Salon Hewan Piet Pet Shop (part 1)
08 November 2010 - 18:24
[Salon dan Grooming]
 
 
 
pk icon  Kesehatan
Beranda : Artikel : Kesehatan

03 Agustus 2009 - 20:30  
Kulit dan Bulu Anjing yang Sehat    

drh. Anita Bunawan


Bulu merupakan mahkota keindahan bagi seekor anjing. Sedangkan kulit berperan penting sebagai pelindung tubuh terhadap paparan kontak agen penyakit dari luar serta sebagai insulator panas tubuh. Bahkan penampilan kulit dan bulu hewan dapat menjadi salah satu indikator kesehatan hewan secara keseluruhan. Meskipun demikian perubahan kulit dan bulu seperti mudah rontok, tampak kusam, kering dan lain sebagainya tidak bersifat spesifik terhadap jenis penyakit tertentu pada hewan karena ada banyak faktor yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan kulit dan bulu baik secara langsung maupun tidak langsung, yaitu diantaranya : adanya parasit, ketidakseimbangan nutrisi serta penyakit dalam seperti gangguan hormonal maupun sistem kekebalan.

Keindahan kulit dan bulu itu sendiri tidak lepas dari pengaruh komponen utama pembentuknya yaitu protein dan lemak. Lemak yang dihasilkan melalui kelenjar sebaceous di kulit berperan seperti conditioner yang melembabkan kulit dan membuat bulu tampak bersinar. Sedangkan protein merupakan pembentuk utama sel kulit dan bulu yang juga berperan dalam menjaga keutuhan struktur membran sel. Melalui membran sel pula terjadi pengaturan aliran air, mineral dan nutrisi keluar masuk sel, sehingga bila membran sel tidak kokoh dapat berdampak pada kerusakan sel yang secara global menyebabkan gangguan kulit dan bulu seperti mudah rontok, kusam, kasar bahkan mudah rusak. Dampaknya tentu saja selain mengganggu keindahan penampilan hewan, namun dapat memudahkan masuknya bibit penyakit melalui kulit, terutama eksistensi parasit dan bakteri pada kulit.

Adapun faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kesehatan kulit dan bulu anjing diantaranya :

1.  Nutrisi

Kesehatan kulit dan bulu juga ditentukan dari keseimbangan nutrisi antara protein (terutama asam amino seperti cystine yang kaya akan sulfur), asam lemak essential, mineral serta vitamin. Seperti telah disebutkan sebelumnya bahwa protein berperan penting sebagai komponen utama pembentukan kulit dan bulu, bahkan hingga sekitar 30% kebutuhan protein harian tubuh digunakan untuk proses regenerasi sel kulit dan pertumbuhan bulu. Sedangkan asam lemak essential yang penting untuk kesehatan kulit dan bulu diantaranya asam lemak omega 6 yaitu asam linoleat yang berfungsi untuk ketahanan dan keindahan bulu sehingga tampak bersinar, tidak kusam dan kering. Selain itu asam lemak omega 3 yang biasa dikenal dengan EPA dan DHA juga penting bagi kulit yang berperan sebagai antiinflamasi. Umumnya ratio terbaik konsumsi antara asam lemak omega 6 dengan asam lemak omega 3 adalah 5 atau 10 : 1.

Sedangkan untuk mineral dan vitamin yang penting diantaranya adalah vitamin A (untuk pertumbuhan dan perbaikan sel), E (untuk melindungi sel dari kerusakan oksidasi), C (untuk membantu persembuhan luka), biotin, riboflavin, zinc (untuk metabolisme lemak dan protein) serta copper (untuk sintesis protein dan pigmentasi).

Nutrisi yang lengkap dapat diperoleh cukup dari dog food yang berkualitas premium. Karenanya sebagai pemilik hewan anda perlu jeli memilih dog food terbaik dengan komposisi nutrisi yang seimbang dan sesuai dengan kebutuhan hewan kesayangan anda. Umumnya setiap merk dog food memiliki standar komposisi nutrisi yang berbeda, sesuai dengan kebutuhan anjing dan harga yang ditawarkan. Bahkan beberapa produk dog food tertentu mengklaim mengandung komposisi nutrisi yang seimbang khusus untuk kebutuhan kesehatan kulit dan bulu. Oleh karena itu ada baiknya anda juga berkonsultasi dengan dokter hewan dalam memilih dog food yang sesuai, terutama bila hewan anda memiliki jenis kulit dan bulu yang sensitif.

2.  Parasit

Parasit yang paling sering ditemukan menyebabkan gangguan pada kulit dan bulu anjing diantaranya kutu (flea), caplak (tick) dan tungau (mite). Selain menyebabkan kerusakan seperti kerontokan bulu, iritasi kulit serta rasa gatal, dampak lain dari kehadiran parasit dapat disertai dengan alergi dan infeksi kulit yang diperparah dengan infestasi bakteri sekunder.

Pengendalian terhadap parasit pada kulit dan bulu sangatlah penting karena sifatnya yang mudah menular antara sesama anjing dan umumnya memerlukan jangka waktu lama dalam proses persembuhannya, bahkan beberapa parasit seperti kutu dan caplak dapat menjadi vektor penularan penyakit oleh protozoa seperti Lyme disease dan tapeworm (cacing pita). Untuk pencegahan terhadap penularan parasit selain mencegah kontak dengan hewan lain yang tertular juga dapat diberikan obat anti kutu Revolution atau Frontline secara berkala serta selalu menjaga kebersihan kulit dan bulu disertai dengan pemberian nutrisi yang seimbang.   

Selain ektoparasit seperti yang telah disebutkan diatas, kehadiran endoparasit seperti cacing (helminth) juga dapat mempengaruhi kualitas kesehatan kulit dan bulu anjing. Hal ini lebih dikarenakan oleh terganggunya asupan nutrisi terutama protein yang diserap oleh tubuh, sehingga kekurangan nutrisi menyebabkan ketidakseimbangan komponen utama pembentukan kulit dan bulu. Akibatnya yang sering terjadi pada kulit dan bulu terlihat kusam dan mudah rusak.

3.  Kesehatan Hewan

Kondisi kesehatan hewan secara umum juga dapat mempengaruhi penampilan kulit dan bulu. Adanya gangguan hormonal seperti hypothyrodism, hyperadrenocortism (Cushing Disease) serta abnormalitas hormon seksual dapat menyebabkan kerontokan bulu. Bahkan perubahan warna kulit menjadi gelap karena pigmentasi dan bersisik sering terjadi pada kasus hypothyroid. Karena faktor penyebab perubahan kulit dan bulu ini dikarenakan penyakit dalam maka umumnya gejala yang ditimbulkan dapat disertai gejala klinis lain seperti peningkatan bobot badan, hewan menjadi kurang aktif dan umumnya tidak menimbulkan rasa gatal. Selain itu penyakit autoimun seperti lupus erythomasus dan pemphigus foliaceus pada anjing dapat bersifat inherited (dapat diturunkan) dan juga menyebabkan gangguan kulit dan bulu berupa kerontokan bulu serta perubahan pigmentasi kulit.

4.  Dermatitis atau peradangan pada kulit

Selain oleh karena parasit, terjadinya dermatitis pada kulit dapat disebabkan oleh berbagai faktor diantaranya alergen, bakteri, serta infeksi jamur. Alergen merupakan zat yang dapat menimbulkan reaksi alergi pada kulit yang dapat diperoleh melalui debu, rumput, makanan, shampoo, bedak dan lain sebagainya, meskipun hal ini bersifat individual tergantung dari sensitivitas anjing. Alergi menyebabkan rasa gatal oleh efek dari pelepasan histamin pada sel mast kulit dan seringkali disertai dengan kemerahan pada kulit (eritema) dan kerontokan bulu di daerah yang sering dijilat-jilat oleh anjing.

Sedangkan bakteri yang umum ditemui dan bersifat komensal pada kulit yaitu jenis Staphylococci sp. Patogenesa dari akumulasi bakteri purulen ini pada kulit diantaranya menimbulkan rasa gatal, eritema, ulcerasi (kerusakan kulit) disertai pembentukan pustule. Lebih lanjut lapisan kulit tampak berkerak dilanjutkan dengan kerontokan bulu didaerah terinfeksi dan akhirnya menimbulkan pyoderma (pembentukan nanah pada lapisan dermis kulit).

Infeksi jamur pada kulit umumnya dikenal dengan istilah ringworm yang disebabkan oleh jenis Microsporum sp. dan Trichopyton sp. Ringworm ini hidup pada jaringan kulit mati, bulu dan kuku hewan sehingga menimbulkan kerusakan bulu berupa kerontokan dan kulit berkerak. Lesi yang ditimbulkan umumnya bersifat circular (pola bulat-bulat) dan pada tahap lebih lanjut dapat disertai infeksi sekunder oleh bakteri yang menimbulkan kerusakan kulit yang biasa dikenal dengan istilah dermatophytosis.

5.  Grooming

Grooming anjing anda secara rutin selain untuk kebersihan kulit dan bulu juga berguna untuk mengeliminasi kotoran, bakteri, sel kulit mati, mengurangi bau badan anjing serta menghilangkan gimbal yang dapat memicu terjadinya infeksi kulit. Grooming disertai dengan massage juga dapat menstimulasi kelenjar sebaceous anjing menghasilkan kondisioner untuk kulit dan bulu secara natural sehingga bulu tampak bersinar dan sehat.  

Berbeda dengan manusia, ada baiknya anda menggunakan shampoo khusus anjing karena perbedaan pH. Kulit manusia bersifat lebih acidic dengan pH sekitar 5.5, sedangkan kulit anjing bersifat lebih basa yaitu dengan pH sekitar 7 sehingga penggunaan shampoo manusia yang tidak cocok dapat menyebabkan kulit anjing malah menjadi kering.

Normalnya grooming pada anjing dapat dilakukan 2 x sebulan, kecuali pada kasus penyakit kulit tertentu seperti jamur yang sebaiknya dibantu dengan grooming dan pemberian shampoo anti jamur setiap seminggu sekali.

Dengan demikian prinsip dalam memperoleh kulit dan bulu anjing yang sehat tidak hanya ditentukan oleh faktor dari dalam tubuh yaitu kesehatan hewan dan kecukupan nutrisi yang seimbang namun juga perawatan yang baik seperti grooming secara teratur serta pencegahan terhadap infestasi dari parasit. Karena faktor penyebab dan perubahan yang terjadi pada kulit dan bulu bersifat kompleks, ada baiknya anda juga memeriksakan hewan anda secara berkala pada dokter hewan terutama bila menemukan gangguan pada kulit dan bulu anjing anda untuk mendapatkan penanganan segera. Hal ini dikarenakan gangguan kulit yang tidak segera ditangani dapat meluas dan memperburuk kondisi kesehatan hewan, apalagi proses regenerasi kulit umumnya berlangsung setiap 3-4 minggu pada anjing normal, sehingga itulah sebabnya adanya gangguan penyakit yang terjadi pada kulit dan bulu memerlukan waktu yang cukup lama dalam proses persembuhannya.

 

 

 

 

 





 

 Kirim ke teman Versi cetak Beri Penilaian
Penilaian Saya:

Sebelumnya:

Ring Worm
Mengenal Penyebab Diare Pada Anjing
Alergi pada Makanan
Waspada Heat Stroke pada Anjing Anda
Scabies pada Hewan Peliharaan

Selanjutnya:

Perlukah Hewan peliharaan Saya Diberi Kalsium..?
Coprophagia
Feline Infectious Peritonitis
Merawat Anjing Tua
Demodecosis Pada Anjing
 
 
 
      Kembali ke atas
Kembali ke atas
 
  Piet Klinik Hewan 24 Jam
Plaza Amsterdam C-18, Bukit Sentul Selatan
Sentul, Bogor - Indonesia
+62 21 8796 1199
+62 21 6854 5667
© 2009 - 2017 Piet Klinik Hewan 24 Jam
Developed by: AnjingKita.com