Piet Klinik Hewan 24 Jam - (http://pietklinik.com)

10 Juni 2009 - 18:30
Waspada Heat Stroke pada Anjing Anda
drh. Anita Bunawan

Tahukah anda bahwa anjing mengatur pengeluaran panas tubuh tidak dengan berkeringat seperti pada manusia ? hal ini dikarenakan anjing hanya memiliki sejumlah kecil kelenjar keringat yang terdapat pada footpads (tapak kaki). Namun pengaturan panas tubuh pada anjing secara fisiologis terutama dilakukan dengan panting (peningkatan frekuensi pernafasan) yang terlihat dengan cara anjing menjulurkan lidahnya. Sayangnya mekanisme ini kurang efektif untuk mengimbangi kecepatan pengeluaran panas saat suhu tubuh tinggi mengingat ventilasi yang terbatas bila dibandingkan dengan manusia yang dapat mengalokasikan 70% pengeluaran panas tubuh melalui kelenjar keringat. Itu sebabnya panas tubuh anjing lebih cepat meningkat dibandingkan dengan manusia. Akibatnya anjing juga lebih mudah mengalami hyperthemia (suhu tubuh tinggi) yang dapat berlanjut pada terjadinya heat stroke.

Selain karena faktor ventilasi yang terbatas, faktor lain yang dapat mempengaruhi terjadinya hyperthermia pada anjing diantaranya adalah panas terik matahari, exercise (latihan), ketebalan bulu anjing, obesitas, keterbatasan persediaan air minum, penyakit, bahkan temperamen anjing itu sendiri apakah bersifat tenang ataupun terlalu excited. Anjing ras tipe brachycephalic (moncong pendek) seperti pug, buldog, pekingnese juga memiliki kecenderungan lebih tinggi mengalami hyperthermia.

Normalnya suhu tubuh anjing berkisar pada 380C-39.20C. Sedangkan suhu tubuh diatas 39.50C dapat dikategorikan sebagai kondisi hyperthermia yang dapat diakibatkan baik karena faktor fisiologis seperti exercise dan suhu lingkungan tinggi, maupun karena faktor patologis seperti adanya penyakit. Umumnya hyperthermia fisiologis dapat berlanjut menjadi heat stroke bila suhu tubuh mencapai 410C dimana anjing tidak dapat menyeimbangi kecepatan pengeluaran panas tubuh untuk menjaga suhu tubuh normalnya, sehingga dapat berlanjut pada kerusakan sel-sel tubuh dan berakibat pada terjadinya dehidrasi. Bahkan kerusakan yang lebih parah dapat terjadi secara permanen bila mencapai suhu kritis 42.70C yang diawali terutama oleh kematian sel-sel hati, otak dan intestinal hingga berdampak pada kematian.

Beberapa kasus heat stroke yang sering terjadi umumnya lebih dikarenakan faktor kelalaian pemilik hewan, seperti meninggalkan anjing dalam mobil tanpa ventilasi yang cukup saat cuaca panas, menempatkan anjing di halaman saat cuaca panas tanpa akses air minum, bahkan exercise berlebihan pada saat cuaca panas.

Karena heat stroke ini dapat berlangsung sangat cepat, untuk itu anda perlu  mengetahui tindakan pertolongan pertama yang dapat dilakukan bila anda mencurigai anjing anda terkena heat stroke.

Gejala

- panting (pernafasan cepat)

- kulit tubuh terasa hangat dan kering

- membran mukosa terlihat pucat

- saliva (liur) mengental dan muntah

- sempoyongan - diare

- lemas hingga tak sadarkan diri

- koma.

Terapi


Prinsip penanganan heat stroke terutama adalah segera menurunkan suhu tubuh anjing ke suhu normal. Cara yang dapat dilakukan diantaranya ; Memindahkan anjing ke ruangan bersuhu dingin, mengompres tubuh anjing dengan air dingin terutama di daerah kepala, perut dan kaki, menyiram tubuh anjing dengan air dingin terutama pada anjing yang berbulu tebal, pemijatan tubuh terutama daerah kaki untuk melancarkan aliran darah hingga melakukan enema (memasukkan air dingin melalui anus). Sebaiknya penanganan tidak menggunakan ice packs (es batu) karena dapat berakibat pada terjadinya overcooling (penurunan suhu secara ekstrem).

Anjing harus segera dibawa ke klinik hewan atau dokter hewan setempat untuk mendapat penanganan dan pemberian obat2an yang mencegah kerusakan organ lebih lanjut selain untuk memonitor keadaan pasien hingga kondisinya stabil. Setelah kondisi hewan pulih ada kemungkinan diperlukan terapi lanjutan sesuai dengan kondisi hewan tersebut.

Pencegahan 

- Jangan meninggalkan hewan anda sendiri dalam mobil yang di parkir walaupun hanya sebentar.

- Untuk anjing yang dipelihara di alam terbuka, sediakan tempat berteduh dan persediaan air yang cukup setiap saat

- Untuk anjing yang di rantai pastikan bahwa rantai cukup panjang sehingga hewan bisa mencapai tempat minumnya  

   (Ingat rantai akan menjadi pendek bila anjing selalu berlari melingkar ke satu arah)

- Pastikan tempat minum hewan anda cukup besar, stabil dan tidak mudah terbalik

- Untuk hewan berbulu tebal dan panjang sebaiknya dicukur pendek pada saat musim kemarau.

- Jangan melatih hewan anda pada saat cuaca sedang panas

 

[Piet Klinik Hewan 24 Jam]

Kembali