Piet Klinik Hewan 24 Jam Piet Klinik Hewan 24 Jam Piet Klinik Hewan 24 Jam Piet Klinik Hewan 24 Jam
Piet Klinik Hewan 24 Jam Piet Klinik Hewan 24 Jam Piet Klinik Hewan 24 Jam Piet Klinik Hewan 24 Jam
Piet Klinik Hewan 24 Jam
Selamat Pagi...Minggu, 19 November 2017 - (UTC+7)
Piet Klinik Hewan 24 Jam
 
 
 
 
Piet Pet Shop
 

Piet Pet Shop

 
 
Yang Baru
 
Ready For Adoption! [URGENT]
03 November 2017 - 22:11
[Info Hewan Dijual ]
Ready for adoption
23 Agustus 2017 - 03:48
[Info Hewan Dijual ]
T-Shirts Pencil Draw MyDog
10 November 2011 - 10:04
[Piet Pet Shop]
PEMBERIAN OBAT CACING PADA KUCING DAN ANJING
31 Oktober 2011 - 07:11
[Kesehatan]
Apa Itu Distemper ?
28 Oktober 2011 - 08:28
[Kesehatan]
Piet Klinik Hewan 24 Jam Pindah Lokasi
10 Januari 2011 - 03:35
[Kegiatan]
Cherry Eye
30 Desember 2010 - 20:20
[]
Mengunjungi Salon Hewan Piet Pet Shop (part 3)
08 November 2010 - 18:45
[Salon dan Grooming]
Mengunjungi Salon Hewan Piet Pet Shop (part 2)
08 November 2010 - 18:30
[Salon dan Grooming]
Mengunjungi Salon Hewan Piet Pet Shop (part 1)
08 November 2010 - 18:24
[Salon dan Grooming]
 
 
 
pk icon  Kesehatan
Beranda : Artikel : Kesehatan

08 Juni 2009 - 01:45  
Scabies pada Hewan Peliharaan    

Sesmita Oktora, drh

Sarcoptes scabiei merupakan salah satu jenis tungau yang dapat menyebabkan kudis pada anjing dan kucing. Tungau lainnya yaitu demodex yang menyebabkan demodekosis memiliki ciri yang mirip dengan scabies.  Penyakit ini termasuk penyakit yang sering muncul pada dunia kedokteran hewan.

Karena ukurannya yang kecil yaitu 0.2-0.4 mm maka untuk mendiagnosa tungau tersebut tidak bisa dilakukan dengan mata telanjang dan harus memakai bantuan mikroskop dengan melihat kerokan kulit yang diambil didaerah kulit yang mengalami perubahan.

Tungau betina yang telah dibuahi menggali terowongan dalam stratum korneum, dengan kecepatan 2 -3 milimeter sehari dan sambil meletakkan telurnya 2 atau 4 butir sehari sampai mencapai jumlah 40 atau 50 . Bentuk betina yang telah dibuahi ini dapat hidup sebulan lamanya. Telurnya akan menetas, biasanya dalam waktu 3-5 hari, dan menjadi larva yang mempunyai 3 pasang kaki. Larva ini dapat tinggal dalam terowongan, tetapi dapat juga keluar. Setelah 2 -3 hari larva akan menjadi nimfa yang mempunyai 2 bentuk, jantan dan betina, dengan 4 pasang kaki. Seluruh siklus hidupnya mulai dari telur sampai bentuk dewasa memerlukan waktu antara 8 - 12 hari Telur menetas menjadi larva dalam waktu 3 - 4 hari, kemudian larva meninggalkan terowongan dan masuk ke dalam folikel rambut. Selanjutnya larva berubah menjadi nimfa yang akan menjadi parasit dewasa. Setelah kopulasi (perkawinan) yang terjadi di atas kulit, yang jantan akan mati, kadang-kadang masih dapat hidup dalam terowongan yang digali oleh yang betina. Tungau betina akan mati setelah meninggalkan telur, sedangkan tungau jantan mati setelah kopulasi. Sarcoptes scabiei betina dapat hidup diluar pada suhu kamar selama lebih kurang 7 - 14 hari.

Gejala

Tungau sarcoptic hidup di akar rambut.  Anjing atau kucing yang mengalami infestasi tungau sarcoptic akan merasakan gatal yang hebat. Dengan sendirinya hewan akan menggaruk dan terus menggaruk bagian tubuh yang terasa gatal. Garukan yang intens ini akan menimbulkan kemerahan pada kulit dan dapat terjadi perlukaan atau lesio. Gejala lain yaitu terjadi kerusakan rambut/bulu, kerontokan hingga kebotakan. Ciri lain yang menunjukkan penyakit ini adalah timbulnya kerak atau keropeng pada kulit. Nafsu makan hewan turun, dan pada akhirnya akan diikuti penurunan berat badan sehingga hewan akan tampak kurus. Kurang perhatian pemilik terhadap hewan dapat memicu terjadinya penyakit, misalnya hewan mengalami malnutrisi sehingga rentan terhadap penyakit atau pemilik kurang menjaga kebersihan hewan tersebut

Scabies merupakan salah satu penyakit zoonosis. Tungau sarcoptic dapat menular dari hewan ke manusia. Pada manusia daerah yang diserang biasanya adalah daerah yang berkulit tipis seperti daerah lipatan paha, sela jari kaki dan tangan, lipatan perut, ketiak dan daerah vital.

 Terapi

Ada beberapa obat yang efektif untuk membunuh tungau ini :

 
-     Ivermectin dengan dosis yang tepat, baik injeksi (suntikan) maupun per oral (minum) dapat membunuh tungau sarcoptic pada anjing. Pengobatan dengan injeksi ataupun per oral harus continuous (terus-menerus) agar pengobatan benar-benar tuntas. Sebaiknya tidak diberikan pada anjing dengan umur yang terlalu muda, kurang dari 4 bulan

-          Selamectin dapat diaplikasikan dalam bentuk obat tetes sebulan sekali untuk hewan

-          Amitraz diaplikasikan langsung di kulit setiap minggu dengan cara dimandikan atau disikat.

-          Sulfur dalam bentuk racikan salep kulit

 

Selain diberikan obat yang membunuh tungau tersebut juga diberikan pengobatan yang sesuai dengan kondisi hewan bersangkutan seperti :

-          Antibiotik : utnuk mencegah infeksi pada luka akibat garukan

-          Kortikosteroid jangka pendek : untuk mengurangi rasa gatal

-          Vitamin untuk meningkatkan kondisi secara umum dan daya tahan

 

 Kirim ke teman Versi cetak Beri Penilaian
Penilaian Saya:

Sebelumnya:

Leptospirosis pada anjing
Serba Serbi Anjing Hamil
Anak Anjing Baru........Apa Yang Harus Diperhatikan
Pilihan Sterilisasi untuk Hewan Kesayangan Anda
Jika hewan anda diduga keracunan

Selanjutnya:

Kulit dan Bulu Anjing yang Sehat
Ring Worm
Mengenal Penyebab Diare Pada Anjing
Alergi pada Makanan
Waspada Heat Stroke pada Anjing Anda
 
 
 
      Kembali ke atas
Kembali ke atas
 
  Piet Klinik Hewan 24 Jam
Plaza Amsterdam C-18, Bukit Sentul Selatan
Sentul, Bogor - Indonesia
+62 21 8796 1199
+62 21 6854 5667
© 2009 - 2017 Piet Klinik Hewan 24 Jam
Developed by: AnjingKita.com