Piet Klinik Hewan 24 Jam Piet Klinik Hewan 24 Jam Piet Klinik Hewan 24 Jam Piet Klinik Hewan 24 Jam
Piet Klinik Hewan 24 Jam Piet Klinik Hewan 24 Jam Piet Klinik Hewan 24 Jam Piet Klinik Hewan 24 Jam
Piet Klinik Hewan 24 Jam
Selamat Pagi...Selasa, 21 Agustus 2018 - (UTC+7)
Piet Klinik Hewan 24 Jam
 
 
 
 
Piet Pet Shop
 

Piet Pet Shop

 
 
Yang Baru
 
Ready For Adoption! [URGENT]
03 November 2017 - 22:11
[Info Hewan Dijual ]
Ready for adoption
23 Agustus 2017 - 03:48
[Info Hewan Dijual ]
T-Shirts Pencil Draw MyDog
10 November 2011 - 10:04
[Piet Pet Shop]
PEMBERIAN OBAT CACING PADA KUCING DAN ANJING
31 Oktober 2011 - 07:11
[Kesehatan]
Apa Itu Distemper ?
28 Oktober 2011 - 08:28
[Kesehatan]
Piet Klinik Hewan 24 Jam Pindah Lokasi
10 Januari 2011 - 03:35
[Kegiatan]
Cherry Eye
30 Desember 2010 - 20:20
[]
Mengunjungi Salon Hewan Piet Pet Shop (part 3)
08 November 2010 - 18:45
[Salon dan Grooming]
Mengunjungi Salon Hewan Piet Pet Shop (part 2)
08 November 2010 - 18:30
[Salon dan Grooming]
Mengunjungi Salon Hewan Piet Pet Shop (part 1)
08 November 2010 - 18:24
[Salon dan Grooming]
 
 
 
pk icon  Kesehatan
Beranda : Artikel : Kesehatan

20 Maret 2009 - 23:20  
Gangguan Kulit Pada Hewan Anda    

Drh Anita Bunawan

Gangguan kulit pada anjing maupun kucing memang seringkali menimbulkan polemik apa penyebab, mengapa terjadi dan bagaimana cara menanganinya. Bahkan di klinik kami, Piet Klinik Sentul, gangguan kulit termasuk penyakit terpopuler yang paling sering ditemui baik pada anjing maupun kucing.
 
Meskipun bersifat superficial namun bukan berarti gangguan pada kulit bisa diabaikan begitu saja, karena selain dapat mengganggu secara estetika juga dapat menyebar hingga keseluruh tubuh dan berdampak pada infeksi yang lebih luas.

Ini yang seringkali terjadi pada penyakit kulit yang diakibatkan oleh parasit kulit seperti demodex, scabies dan  yang diakibatkan oleh jamur. Bagi anda pemilik hewan parasit ini umumnya telah dikenal namun tidak mudah dalam pengendaliannya. Ada berbagai faktor yang turut mempengaruhi terjadinya penyakit kulit oleh parasit tersebut selain dari penularan secara langsung, diantaranya berkaitan dengan kondisi seperti stress, gizi yang kurang seimbang, pengaruh genetik, lingkungan, dan lain sebagainya. Pengobatan tuntas hanya bisa didapatkan melalui pengobatan yang terus menerus dan kontrol yang baik terhadap diet dan lingkungan.

1. DEMODECOSIS

Demodecosis disebabkan tungau (mite) Demodex canis pada anjing, sedangkan pada kucing kasus ini jarang terjadi dan disebabkan oleh Demodex cati. Tungau ini berkembang biak di folikel rambut dan mengakibatkan kerusakan kulit berupa furunculosis (kerusakan folikel rambut) yang dapat diperparah dengan adanya infeksi bakteri sekunder.

Demodex sebenarnya merupakan flora normal di folikel rambut dan kelenjar sebaceous dalam jumlah kecil , yang proses perjalanannya menimbulkan penyakit disebabkan gangguan  toleransi dari sistem imun hewan itu sendiri dan dapat dipicu oleh adanya gangguan imunologis dan genetik hewan.

Gambaran klinis demodecosis pada anjing ditandai dengan adanya lesio pada kulit berupa erythema (kemerahan pada kulit) hingga hyperpigmentasi, kebotakan, dan penebalan kulit serta kerusakan folikel rambut (furunculosis) dan dapat ditambah dengan adanya infeksi bakteri sekunder yang memperparah kerusakan kulit.

2. SCABIES

Scabies disebabkan tungau Sarcoptes scabiei dan memiliki siklus hidup 17-21 hari. Berbeda halnya dengan demodex, scabies berkembang biak dan membentuk terowongan di bawah kulit, yaitu pada stratum korneum sehingga menyebabkan rasa gatal yang sangat pada hewan.

Seperti halnya dengan demodecosis, scabies ditandai dengan adanya alopecia, erythema, penebalan kulit, pyoderma dan rasa gatal yang sangat. Namun salah satu ciri khas dari scabies ini adalah sering muncul dimulai dari daerah ujung telinga, bahu, ventral abdomen dan dada.

3. JAMUR / FUNGI

Istilah gangguan kulit oleh jamur pada hewan biasa dikenal dengan ringworm atau dermatofit. Penularan fungi dapat terjadi melalui kontak langsung dari hewan penderita maupun lingkungan yang mengandung spora seperti di tempat tidur dan karpet dimana keistimewaan dari spora fungi dapat bertahan hingga beberapa bulan.

Fungi ini hidup di folikel rambut dan menyebabkan kerusakan jaringan hingga ke akar rambut dan mengakibatkan rambut mudah patah, penebalan kulit maupun alopecia lokal. Umumnya ciri khas awal yang ditemui adalah adanya lesi/kerusakan kulit baik berupa rambut patah/alopecia serta erythema berbentuk bulat dan dapat meluas ke seluruh tubuh akibat perkembangbiakan fungi. Meskipun demikian ringworm yang bersifat general pada anjing jarang terjadi kecuali pada kondisi imunodefisiensi seperti karena penyakit hormonal maupun terapi yang bersifat imunosupresif. Pada tahap lebih lanjut lesi ini dapat berkolaborasi dengan bakteri dan akhirnya menimbulkan infeksi sekunder.

 

 Kirim ke teman Versi cetak Beri Penilaian
Penilaian Saya:

Sebelumnya:

Tips Bagi Pemilik Mengenai Pemberian Makanan Pada Anjing
Kenapa Telinga Cepat Kotor
Vaksinasi Pada Hewan Kesayangan Anda
Waspadai Kutu Pinjal pada Hewan Peliharaan Anda

Selanjutnya:

Serba Serbi Anjing Hamil
Anak Anjing Baru........Apa Yang Harus Diperhatikan
Pilihan Sterilisasi untuk Hewan Kesayangan Anda
Jika hewan anda diduga keracunan
Hairball Pada Kucing Anda
 
 
 
      Kembali ke atas
Kembali ke atas
 
  Piet Klinik Hewan 24 Jam
Plaza Amsterdam C-18, Bukit Sentul Selatan
Sentul, Bogor - Indonesia
+62 21 8796 1199
+62 21 6854 5667
© 2009 - 2018 Piet Klinik Hewan 24 Jam
Developed by: AnjingKita.com